Senin, 09 April 2012

Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dan merupakan proses penyampaian pesan tersebut.

Komunikasi dalam organisasi adalah proses pengiriman dan penerimaan berbagai pesan di dalam organsisai, baik dalam kelompok formal mauun informal.

Unsur-Unsur Komunikasi
  1. Sender (pengirim/komunikator), orang yang secara nyata mengirimkan dan menjadi sumber informasi
  2. Receiver (penerima/komunikan), individu/kelompok tertentu yang merupakan sasaran pengiriman informasi

  3. Message (pesan), sesuatu yang dikirim atau disampaikan
  4. Maksud / Tujuan, alasan mengapa informasi dikirimkan atau diterima
  5. Encoding (penyandian), pengubahan pesan ke dalam lambang/sandi oleh pengirim
  6. Decoding (penguraian isyarat), pesan yang diterima dalam bentuk lambang, diubah kembali oleh penerima menjadi pengertian

Hambatan dalam Proses Komunikasi
  1. Hambatan Fisik ( Suara pelan, media ,pesan datang bersamaan, dll).
  2. Hambatan Psikologis (Emosi, menilai lawan bicara, menerima sesuai harapan saja).
  3. Semantik ( Beda persepsi, budaya,pola pikir)

Cara mengatasi Kegagalan komunikasi
Gunakanlah :
  1. Umpan balik / konfirmasi
  2. Menggunakan beberapa asaluran komunikasi
  3. Menggunakan Komunikasi tatap muka / face to face
  4. Peka terhadap keadaan / situasi penerima
  5. Sadari isyarat non verbal / simbolik
  6. Bahasa yang lugas dan tidak bertele-tele
  7. Memperkuat perkataan dengan perbuatan 

 fungsi komunikasi dalam organisasi
  1.  Fungsi Pengendalian
  2.  Fungsi Motivasi
  3.  Fungsi Ekspresi Emosi
  4.  Fungsi Informasi


Arus Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi ke Atas (Vertikal)
Pesan yang dikirim dari tingkat hierarki yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Mencakup :
  1. Kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan
  2. Masalah yang berkaitan dengan Pekerjaan
  3. Gagasan dan saran perubahan
  4. Perasaan yang berkaitan dengan pekerjaan

Masalah yang mungkin timbul :
  1. Pesan tidak ditanggapi karena atasan tidak berwenang
  2. Adanya penyaringan Pesan
  3. Terlalu banyak pesan yang masuk, membuat binggung
  4. Lokasi atasan dan bawahan secara fisik berjauhan


Komunikasi ke bawah (Vertikal)
Pesan yang dikirim dari tingkat hierarki yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah. Mencakup :
  1. Perintah
  2. Penjelasan prosedur, tujuan, dsb.
  3. Pemberian motivasi
  4. Penilaian

Masalah yang Timbul :
  1. Berbicara dalam bahasa yang berbeda


Komunikasi Lateral
Pesan antar sesama dalam satu level. Mencakup :
  1. Pertukaran informasi
  2. Pemecahan masalah
  3. Membangun semangat Kerja

Masalah yang Timbul :
  1. Bahasa yang berbeda diantara Divisi
  2. Egoisme departemen


Jaringan Komunikasi
adalah saluran yang digunalan untuk meneruskan pesan dari satu orang keorang lain.


  1.  Jaringan Formal adalah Komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi pada organisasi. Isi Komunikasi : Cara-cara kerja dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi : memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi 

  1. Jaringan Informal adalah Komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasinya sendiri, tetapi lebih pada para anggotanya secara individual. Isi Komunikasi : Kegiatan yang menyangkut kehidupan sosial anggota dalam organisasi, selentingan, desas desus.
Ciri-ciri Jaringan Informal
  1. Tidak dikendalikkan oleh Manajemen
  2. Dipercaya kebenarannya oleh Karyawan
  3. Digunnakan untuk kepentingan pribadi masing-masing



STRUKTUR JARINGAN KOMUNIKASI

Struktur Lingkaran

1. STRUKTUR LINGKARAN.

Struktur Lingkaran tidak mempunyai pemimpin.Semua anggota posisinya sama. Mereka memiliki wewenang atau kekuatan yang sama untuk mempengaruhi kelompok. Setiap anggota bisa berkomunikasi dengan dua anggota lain di sisinya

STRUKTUR RODA
2. STRUKTUR RODA. Pemimpin jelas, posisisnya di pusat. Orang ini satu-satunya yang dapat mengirim dan menerima pesan dari semua anggota









STRUKTUR Y

3. STRUKTUR Y.
Pemimpin jelas (orang ke tiga dari bawah), dan juga ada pemimpin kedua (orang ke dua dari bawah).











4. STRUKTUR RANTAI.
STRUKTUR RANTAI.
Mirip dengan struktur lingkaran, bahwa para anggota hanya dapat berkomunikasi dengan orang yang berada disampingnya saja. Orang di tengang lebih berperan sebagai peimimpin.




STRUKTUR SEMUA SALURAN
5. STRUKTUR SEMUA SALURAN.
Semua anggota bisa saling berkomunikasi. Pola ini memungkinkan adanya partisipasi anggota secara optimum.



6. KABAR BURUNG (DESAS DESUS)
Jenis komunikasi yang ada dalam Organisasi namun tidak mengikuti pola struktur yang ada, sulit dilacak sumber asli dari pesannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar